Sensor oksigen adalah perangkat elektronik yang mengukur persentase oksigen. Merupakan komponen penting untuk mengendalikan gas buang mobil, mengurangi pencemaran lingkungan dari mobil dan meningkatkan pembakaran bahan bakar mobil.
![]()
![]()
![]()
Keunggulan kami:
Benang R yang telah dilumasi sebelumnya memungkinkan penggantian probe sensor oksigen dengan cepat dan mudah.
Karena panjang kabel yang disesuaikan, probe ini dibuat khusus untuk setiap jenis kendaraan.
Konektornya terpasang dengan sempurna, sama seperti pada perlengkapan aslinya.
Prinsip Kerja:
Sensor oksigen mendeteksi konsentrasi oksigen dalam gas buang dengan menghasilkan tegangan. Sensor oksigen pada umumnya menggunakan elektroda zirkonia, yang menjadi konduktif pada suhu tinggi. Sensor membagi aliran gas buang menjadi dua bagian: satu adalah udara luar, dan yang lainnya adalah gas buang. Karena perbedaan konsentrasi oksigen antara kedua bagian ini, elektroda zirkonia menghasilkan gaya gerak listrik (EMF) di antara keduanya. ECU menggunakan EMF ini untuk menentukan apakah campuran udara-bahan bakar kurus atau kaya.
Pemeliharaan dan Kesalahan:
Sensor oksigen mungkin rusak karena penumpukan karbon, kontaminan, atau penuaan setelah penggunaan jangka panjang. Gejala umum meliputi berkurangnya penghematan bahan bakar, peningkatan emisi, dan lampu peringatan mesin menyala. Inspeksi rutin dan penggantian sensor oksigen merupakan tindakan penting untuk menjaga kinerja mesin dan mengurangi polusi.
Kesimpulan:
Singkatnya, sensor oksigen memainkan peran penting dalam manajemen bahan bakar kendaraan dan sistem kontrol emisi, memastikan pengoperasian mesin yang optimal sekaligus secara efektif mengurangi emisi gas buang yang berbahaya.
Catatan:
Kompatibilitas Hanya untuk Referensi.
Sebelum membeli, silakan bandingkan Nomor Bagian dengan bagian asli Anda. Itu harus sama. Jika tidak, ini mungkin bukan pengganti yang tepat untuk Mobil Anda.
Hubungi kami kapan saja